Tuesday, April 15, 2008

[Batik mode]

Back To Batik

Menghabiskan waktu menunggu magribg, kupakai buat jalan-jalan di mal Ambass. Judulnya iseng iseng, tapi pas kalo kecantol baju cantik yang bisa nambah koleksi mix and macth ya gag nolak juga. secara store baju lama sudah banyak yang gag muat dan usang seiring seringnya dicuci kering pake hehe...
Memang kawasan ini sering kutemuin baju lucu-lucu buat kerja karena konsumen utamanya ya orang kantoran. Jejeran woman outlook banyak kutemukan dalam barisan-barisan ruko disitu. Trend-tren baju yang dipajang juga up to date. Lihatlah kalo beberapa waktu lalu legging, skinny, baby doll dari bahan kaos, katun, chiffon, satin, tulle, crepe, georgette, raw cotton, mejeng di hampir replika manusia disana. model jahitannya juga beragam, baloon atau pump tetap paling diminati.

Nah yang paling anyar dan membuatku merasa wah, di beberapa toko kini memajang baju-baju motif BATIK.
iya batik yang dipadu padankan dengan model jahitan yang baloon, pump, atau sack dress, plus kombinasi dengan sabuk besar atau aksesoris berupa kalung pernik bernuansa batu-batuan. Ada pula yang memberikan pemanis berupa variasi di kerah atau di lengan.
Hehe gag nyangka kan. Kain yang pada zaman kita kecil dulu cuma dipake sama Yang Kung dan Yang Putri sebagai pakaian kebesaran kini berubah menjadi tren yang diminati anak muda. Coba saja lihat yang ini, motif ini kuingat sekali dipake Yang Kung ku untuk acara-acara di kelurahan.

Namun setelah disulap dengan kreatifitas dan dipadupadankan dengan jeans yang sepadan, hasilnya terlihat lebih modis.
Corak-corak yang ditawarkan juga beraneka ragam. Ada yang berwarna warni dengan dominasi merah prada, hijau, dan kuning keemasan dengan motif gambar yang lebih lembut dan berkesan mewah.


Dan atu hal lagi yang kuamati, peminatnya lumayan banyak, terbukti di beberapa toko yang kukunjungi, ada saja customer yang fitting.
Nah tertarik untuk memakainya?.. untuk pakaian kerja di hari Jumat oke juga lo..
itung-itung kembali mengembangkan kecintaan kita pada produk dalam negeri.

0 comments: