Monday, November 7, 2011

10 Dhulhijah

Idul Adha kali ini.. BEDA..
itu status teman kuliahku suatu saat kubaca, saat-saat mendekati hari H keberangkatannya. Dan respon temen-temen yang surprise sekaligus mendoakannya supaya menjadi Haji mabrur..
Subhanallah. Di umurnya yang sama denganku, dia sudah lebih dahulu 'well prepared'.
Mudah2an aku cepet ketularan yah Ver :) Amin!

Dan hari itu aku bangunkan Lubna yg malamnya sudah janji pagi-pagi akan ikut sholat Ied. Dan bmacam-macam gaya sudah keluarkan utk menagihnya, supaya tidak kehilangan moodnya pagi itu.

Kami bergegas, dan ternyata lebih banyak yang lebih dariku..
Shaf-shaf sudah berjajar rapih di bundaran Taman masjid. Ribuan orang sudah disana, menutupi aspal yang sehari-hari menjadi jalan lewat kami keluar komplek.
Tampak orang-orang sebagian sudah duduk dan sebagian lagi masih merapihkan sajadah dan mukena nya..
Akhirnya kami dapat shaf ketiga yg kebetulan kosong. Terhamparlah sajadah kami disana. Tempatnya depan rumah yang rasanya baru saja ditempati sesorang yg baru pindah. Nampak ibu paruh baya keluar dari sana, kemudian duduk di depanku. Kemudian berbisik pada orang tus di sebelahnya. Mengipasnya, dan mengeluarkan tisue dari dompetnya...

Sementara panitia mulai membacakan laporan pelaksanaan Shalat Ied dan jadwal penyembelihan Kurban.
Subhanallah 11 ekor sapi dan 72 ekor kambing, Alhamdulillah


Tak lama kemudian si Ibu berdiri lagi.. mengucapkan permisi dan lewatlah dengan tenang masuk ke rumah itu lagi.. Bajunya menarik perhatianku, Loreng dengan tangan kanan kiri perhiasan. Ibu ini cantik sekali, lengkap dengan kaus kaki utk membungkus kakinya..
Lalu kembali ke barisan, mengucapkan permisi dan memberikan segelas air .... Kemudian berbisik pada di sebelahnya. Mengipasnya, dan mengeluarkan tisue kembali dari dompetnya...

sampai shalat hendak bermula.

Seluruh Jamaah berdiri. Ibu berbaju loreng setengah berdiri dan berbisik dan entah apa yg dibicarakannya pada layaknya seorang anak berbicara pada ibunya. Hanya seiris aku dengar, "Ibu masih kuat? Saya sholat dulu ya?"

Batinku meradang, Kenapa ibu ga dirumah saja, kasihan. Tapi Ibu ini sepertinya tidak ingin melewatkan momen sholat idul adha, meski sudah tua dan susah berdiri, namun masih ingin bergabung bersama-sama jamaah lain, mungkin karna rumahnya juga dekat.


Dan ya Allah, entah apa yg kupikir sepanjang shalat itu hanya terlihat si ibu tua itu mengambil kresek dan mun**h, menepuk nepuk wajah, dahi, dan tangannya.. berulang-ulang, badannya seperti gemetaran.. Beliau nampak terbungkuk2 menahan dada dan kesadarannya

rakaat satu dan rakaat dua,
sampai shalat selesai.

Ya Allah mohon maaf, ku jadi ga khusu sholatnya, karena si Ibu pas di depanku


Dan saat imam mengucapkan salam, justru beberapa ibu di belakangku berteriak histeris..
"Itu ibu Dahlan bukan? Ibu Dahlan bukan, coba dilihat", Sebagian ibu berdiri dan menghampiri, sesaat dia jatuh terkulai..

Aku terkesima, ibu ini ternyata dari tadi ternyata sakit, bukan karena tua renta hingga dia tak mampu berdiri, namun karna drop setelah puasa menjelang Idul Adha. Punya penyakit gula, itu respon yg kudengar dari Ibu-Ibu.

Jadilah semua bingung mencari sanak keluarganya, dan di lautan umat itu ternyata tak satupun ada keluarganya.. Jadilah sekian orang memapahnya sementara khotib masih membacakan khotbahnya..
Menembus shaf yang akhirnya dibubarkan dini lantaran mengeluarkan mobil dari tetangga terdekat utk membawanya ke RS...

Tercengang aku, kejadian begitu cepat.. dan rasanya seperti mimpi, semua nyata di depanku, dan aku mematung, memegang kuat Lubna yang sudah mulai tak nyaman dengan potret yg baru saja terjadi....

Sementara Ibu berbaju loreng itu masih tetap di shafnya..Ternyata dia bukan siapa-siapanya, sperti yg kupikir semula, dan juga bukan salah satu pemilik rumah itu.

Terngiang-ngiang masih cerita itu, saat Siti Hajar berlari-lari antara Shofa dan Marwah.. Mencari-cari diantara panasnya bukit, akankah ada yang datang untuk bisa dimintai minum untuk anaknya, berlari lari Shofa - Marwah - Shofa - Marwah...
Hingga 7x...


Kutepuk pipiku pagi hari esoknya.. dan berita yang kudengar dari Masjid

"Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun"
Telah berpulang ke rahmatullah Ibu Siti Sarah
Dalam Usia 78 tahun.....


Ternyata banyak makna kudapati disana, dan aku juga mampu bergumam sama seperti Vera :
Idul Adha kali ini BEDA

0 comments: